Informasi

Minggu, 03 Maret 2019

PAKAN LOVEBIRD ENJOY SINGING ES++



Ketika kita memutuskan untuk memelihara burung lovebird, tentunya kita tidak boleh sembarangan memberikan pakan. Sama seperti halnya manusia, burung juga membutuhkan nutrisi supaya bisa bergerak, berkicau dan melakukan aktifitas lainnya. Maka dari itu, kita sebagai pemilik juga harus memperhatikan komposisi pakan yang mau diberikan pada burung lovebird kesayangan.

Nah berikut ini, kami rangkumkan beberapa jenis pakan atau makanan lovebird yang disesuaikan dengan kebutuhan anda baik itu untuk lomba atau ternak.


BONGKAR MISTERI LOVEBIRD JANTAN

Membongkar Misteri Lovebird Jantan
Bersama Om. Ashfi Bird Farm
https://www.facebook.com/ashfi.wes

 Tidak sedikit bahkan sudah terlalu banyak mitos tentang lovebird jantan bukan lovebird lomba.
Entah dari mana datangnya mitos seperti itu, yang membuat lovebird jantan seolah terasingkan di dunia kicau.


Saya sangat-sangat tidak setuju dengan mitos tersebut, karena tidak sedikit para sahabat-sahabat lovebird mania yang berhasil menampilkan lovebird jantan menjadi bintang lapangan seperti yang kita ketahui Om Ade Sulistio KKLB Bandung pemilik lovebird Jalal yang berjenis kelamin jantan dengan segudang prestasi yang berhasil ia raih di arena pelombaan dan Om Indra Andong Pesut SF Pemilik Lovebird Awe we yang berjenis kelamin jantan yang berhasil meraih segudang prestasi gemilang di arena perlombaan kicau, Juga masih banyak lagi sahabat-sahabat lovebird mania lainnya yang berhasil mencetak kejuaraan dengan lovebird jantan.
.
.
Jadi mulai saat ini buang jauh-jauh mitos tersebut, karena apapun warna nya apapun jenis kelamin nya tetap berpotensi untuk menjadi juara, asalkan lovebird yang kita pelihara memang merupakan lovebird yang berpotensi untuk lomba kicau dan yang terpenting yang harus kita ketahui adalah cara mengkondisikan lovebird yang kita miliki untuk kita ajak berlomba.
.
.
Memang bukan perkara mudah untuk mengkondisikan lovebird untuk berlomba karena kita di tuntut untuk mengerti memahami cara mengkondisikan birahinya, Karena lovebird akan tampil TOP Perform apabila birahinya pas/stabil tidak kurang juga tidak lebih dan sebaliknya lovebird tidak akan tampil TOP Perform apabila birahinya tidak stabil yaitu kurang birahi ataupun terlalu birahi.
.
.
Kejelian didalam mengkondisikan birahi tidak berlaku hanya di burung lovebird saja, akan tetapi di semua jenis burung kicau lain nya, jika ingin TOP Perform pada saat berlomba ya kita harus bisa mengkondisikan birahi burung lomba kicau yang kita miliki.
.
.
Kesuksesan para lovebird mania dan semua kicau mania di dalam mengkondisikan burung lomba nya di perlombaan bukan sekedar hoki-hokian saja, tapi karena kesabaran dan kejelian mereka di dalam mengkondisikan burung andalan nya supaya tetap stabil tetap tampil maksimal di perlombaan.
lain hal nya dengan yang hoki-hokian cuma pernah juara 1X atau 2X saja, kemudian selanjutnya penampilan burung andalan nya malah drop tidak pernah tampil baik lagi.

PAKAN ES+ ENJOY SINGING MEMBONGKAR BIRAHI LOVEBIRD

Apa Itu Lovebird KONSLET ?

Pengertian Lovebird KONSLET :
Lovebir digolongkan menjadi beberapa jenis :
1. Dilihat dari kelas Perlombaan ada 2 Tipe yaitu :
a. Beauty Countes : yang dinilai adalah kecantikan dan keindahan Dari Lovebird
b. Singing Countes : dilihat dari ngekeknya di gantangan meliputi Durasi dan Keaktifan ngekek di gantangan.

2. Dilihat dari segi Gaya Bertarung(Singing Countes) ada 2 Tipe.
a. Fighter : Tarung, Mata Melek, Kaya Orang Ngajak Berantem, Dominan Suara Keras Dan Lantang, Menandakan bahwa Ia adalah Seekor Burung Yang Sangat Gagah.
b. Non Fighter : Gaya Lovebird ini Biasanya Memiliki Volume suara yang sedikit Kalem, Tipis , Tipe Non Fighter Adalah tidak Tarung sama lovebird lain, ia cenderung Bernyanyi Sendiri , kebanyakan tipe seperti ini adalah Latah.

Oke kita langsung Membahas Tentang Istilah LoveBird KONSLET yang Sering Dibicarakan Oleh Orang Penghoby burung fenomenal ini.

Istilah Ini Muncul Pertama Kali adalah sebagai Wujud Kekaguman para Penghoby lomba Lovebird (ekekek Mania), Kekaguman  dengan salah Satu Lovebird Yang sering Koncer atau Juara dan bahkan Tiap Hari Juara. Kestabilan digantangan dan disetiap Sesi Perlombahan , durasi yang dikeluarkan dan Jedah Rapat Yang Di Bawahkan oleh burung itu.. INILAH yang Di namakan LOVEBIRD KONSLET.

Jangan Salah Mengartikan tentang Ke Konsletan Lovebird. Banyak Dari Ekek mania salah Kaprah tentang Lovebird konslet.

Kesalahan dalam mengartikan Konslet Lovebird :

Ada yang mengatakan bahwa konslet itu merem melek, gaya tarung gembung, suara minor, Mangap, Melet, Kepala Muter-Muter Dll.

Perlu diketahui kekonsletab Lovebird itu Terletak di Ke STABILAN digantangan, stabil durasi, stabil jedah rapat, stabil Stamina yang fit. Banyak lovebird Tipe FIGHTER dikatakan KONSLET karena Kestabilan di Perlombaan. Konslet bukan berarti Tidak Fighter.

Semoga Artikel Ini bermanfaat.
 Mr. Rifqi Rosyadi Pemilik Gaco Nicotin
Dari MENTE CITY TEAM.

 Lovebird PANGESTU Milik Mr. Asfi dari DONAT BASAH TEAM
Salah Satu Lovebird Konslet Dari Usia BALIBU.

Mr. ASHFI BF. Pencetak LOVEBIRD KONSLET

Selasa, 18 April 2017

Club Burung MENTE CITY TEAM Lamongan ( MCT )

Mente City Team adalah wadah bagi pemuda desa Tlogosadang Paciran Lamongan untuk menyalurkan Hobi mereka khusunya di dunia perburungan, Mente City Team bukanlah Club burung yang baru muncul akan tetapi ini adalah salah satu club burung yang paling tua di daerahnya, hanya saja sempat vacum beberapa tahun. fungsinya dari Mente City Team juga untuk mengumpulkan para pemuda dan sudah terlihat sejak lama banyak sekali pemuda yang kumpul sambil ngopi dengan Mente City Team disamping membahas Burung juga membahas pekerjaan bahkan kemelut di pemerintahan.
PARA PENCETUS MENTE CITY TEAM.

Wocoen Caaah ... !!!

Rabu, 08 Februari 2017

JENIS-JENIS LOVEBIRD


Jenis Lovebird – Siapa yang tidak tahu burung berparuh bengkok dari keluarga Psittaciade ini. Lovebird adalah burung pengicau yang berasal dari benua Afrika yang ketenarannya dari dulu sudah tidak perlu diragukan lagi. Mungkin hal ini sangat wajar adanya, karena burung dari genus Argaponis ini memang mempunyai segala keindahan yang mengagumkan dan dicintai oleh setiap lapisan masyarakat, mulai dari pria dewasa, perempuan, dan bahkan sampai anak-anak. Selain suara lovebird, karakter paling mencolok dan pada umumnya paling disukai berada di bagian fisik dan sifat dimiliki. Dimana selain mempunyai warna bulu cantik, ia juga termasuk burung monogami dan berkelompok yang memiliki artian sangat setia pada setiap pasangannya sampai mati. Itulah mengapa unggas ini juga kerap disebut burung cinta. Entah itu untuk burung labet muka salem, madagaskar, muka merah, kerah hitam, abisinia, kacamata topeng, fischer, nyasa maupun kacamata pipi hitam. (Baca: Suara Lovebird) Untuk semua jenis burung agapornis ini mempunyai ukuran tubuh dan paruh yang rata-rata relatif lebih kecil daripada burung perparuh bengkok lain, namun semua jenis unggas agapornis ini sedikit lebih besar jika dibandingan dengan burung parkit. Selain karena keindahan tubuhnya, unggas hias dan pengicau ini juga disukai lantaran kepintaran yang dimilikinya. Pada dasarnya burung cinta ini diketahui cukup ganas dan agresif, akan tetapi jika sang pemilik lebih jeli melatihnya, ia akan jinak juga serta bisa diandalkan sebagai burung master dan lomba. Tingkat kecerdasannya tidak hanya cukup sampai disitu, sebab semua jenis agapornis juga bisa dilatih menjadi burung atraksi di setiap pertunjukkan seni maupun sirkus. Mungkin itulah keunggulan burung lovebird yang paling mencolok dan disukai oleh setiap kalangan. Macam jenis lovebird sendiri terbilang cukup banyak, sebab burung paruh bengkok ini mempunyai banyak turunan atau hasil kawin silang yang berbeda-beda. Namun menurut pandangan ahli burung dunia (ahli ornitologi) yang menyelediki berdasarkan ilmu taksonomi, hanya ada 9 spesies labet yang bisa ditemukan. Delapan dari sembilan spesies tersebut bisa ditemui di berbagai negara Afrika, mulai dari Angola, Kongo, Namibia, Tanzania, Zambia, Zimbabwe, Etopia, Malawi dan Afrika Selatan. Satu spesies lainnya bisa ditemukan di dataran madagaskar. Semua jenis tersebut menyukai habitat kering terlebih lagi saat masa reproduksi, entah itu di pepohonan, perkebunan bahkan sampai bangunan-bangunan tua yang sudah tidak dihuni manusia juga akan ia pergunakan untuk menghasilkan dan mengeram 3-6 telur dalam jangka waktu selama 23 hari. Berikut beberapa macam jenis burung lovebird lengkap dengan gambar yang cukup terkenal di Indonesia. 1. Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis) Lovebird Muka Salem (Peachfaced) merupakan burung berparuh bengkok yang berasal dari daerah kering di sebelah barat daya Afrika yang letaknya tak jauh dari gurun Namib. Populasi burung jenis ini juga mempunyai varian warna yang berbeda-beda. Namun pada umumnya dan paling banyak bewarna hijau kuning pada tubuh bagian bawah dan bulu dahi serta bagian belakang mata bewarna merah. Selain itu bagian atas dada bewarna merah muda dan bulu bagian sayap bawah bewarna hijau dengan sedikit warna biru. Ukuran panjang tubuh labet ini bisa sampai 15cm, panjang sayap rata-rata 106mm dan panjang ekor bisa mencapai 44 hingga 52mm. 2. Lovebird Madagaskar (Agapornis cana Lovebird Madagaskar ini mempunjyai ukuran tubuh yang relatif lebih kecil, bobot tubuhnya hanya bisa mencapai 30-50 gram. Jenis labet yang satu ini sedikit lebih mudah untuk dikenali, karena hanya memiliki kominasi warna hijau saja. Warna tubuh bagian atas hijau dan bagian bawah tubuh berwarna hijau muda. Untuk membedakan jantan dan betina juga tidak sulit, karena bisa dilihat dari segi warna bulu terlebih lagi saat menginjak usia dewasa. Jantan dewasa mempunyai warna kepala dan dada abu-abu, sedangkan untuk betina akan bewarna hijau muda. Hanya saja keberadaan burung ini sangat jarang di Tanah Air, sebab ia memang berasal dari pulau Madagaskar, Afrika. 3. Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria) Redfaced lovebird atau lebih dikenal oleh masyarakat Tanah Air dengan Labet Muka Merah. Sesuai dengan nama yang disandangnya, burung ini mempunyai perawakan muka dan dahi bewarna merah. Namun untuk betina, warnanya cenderung lebih oranye. Untuk keseluruan, seluruh bagian badanya rata-rata mempunyai kombinasi warna hijau kekuning-kuningan dan kaki bewarna abu-abu. Ukuran panjang tubuhnya bisa mencapai 15cm. Selain itu jenis lovebird ini diketahui mempunyai wilayah penyebaran lebih luas daripada yang lain. Populasi burung ini bisa ditemukan di daerah pesisir pantai Afrika tengah hingga bagian barat Ethiopia. Hanya saja jumlah burung ini di Tanah Air tidak begitu banyak, karena spesies ini sulit dibudidayakan. 4. Lovebird Kacamata Topeng (Agapornis personatus) Masked lovebird atau juga bisa disebut Labet Kaca Mata Topeng ini mempunyai ciri yang juga tidak sulit untuk dikenali. Burung lobet ini mempunyai warna dominan hijau, kepala leher bagian atas bewarna hitam, leher melingkar kuning dan bagian dada bewarna lebih kuning menyala daripada tengkuk. Ia bisa tumbuh memanjang hingga 14,5cm. Baik untuk betina dan jantan, warna yang menghiasi bulunya ini hampir tidak bisa dibedakan. Burung ini pertama kali ditemukan di Timur Laut Tanzania dan dibudidayakan pertama kali di Kenya. Tanpa berselang lama, lebih tepatnya pada tahun 1800 sampai 1920-an, burung Masked lovebird ini mulai dikenal dan diperdagangkan. 5. Lovebird Kacamata Fischer (Agapornis fischeri) Sementara itu, untuk burung Labet Kacamata Fischer ini pertama kali dikembangbiakkan pada tahun 1926 di Amerika Serikat. Namanya diambil atau disesuaikan berdasarkan seorang penemunya yang bernama Gustav Fischer asal negara Jerman. Lovebird Fischeri ini mempunyai ciri penampilan bewarna hijau, mulai dari kepala hingga dada dengan gradasi warna merah dan oranye. Permukaan atas ekornya mempunyai perpaduan warna biru dan ungu. Habitat asli Fischer berada di daerah Afrika bagian timur, tengah, selatan, tenggara dan terdapat di danau Victoria Tanzania utara. Jenis lovebird ini bisa tumbuh sampai 14cm dan makanan kesuakaanya juga berupa millet dan jagung. 6. Lovebird Kacamata Nyasa (Agapornis lilianae) Lovebird Kacamata Nyasa atau juga dikenal dengan nama labet lilian ini juga masuk dalam kategori burung Agapornis yang menawan. Lovebird ini mempunyai warna tubuh hijau, kepala muka merah, bagian leher belakang bewarna kuning dan ukuran panjang tubuhnya bisa mencapai 13cm. Burung ini juga mempunyai mutasi warna unik yang cukup terkenal, yakni biru dan lutino. Wilayah penyebaran paling banyak meliputi Tanzania, Malawi, Mozambik, Zambia tenggara dan Zimbabwe Utara. Kawanan burung ini rata-rata berkembang biak pada musim dingin. Sayangnya wilayah penyebaran burung sangat terbatas, karena disebabkan beberapa faktor seperti pengalihan lahan, perubahan iklam dan lain-lain. 7. Lovebird Kacamata Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis) Black-cheeked lovebird atau burung Labet Kacamata Pipi Hitam ini juga mempunyai ciri-ciri yang cukup mudah dikenali. Hampir keseluruan warna tubuhnya hijau kekuning-kuningan serta ada beberapa bagian yang menjadi titik pembeda jenis ini dengan yang lain. Bagian pipi bewarna hitam kecoklatan, kepala coklat, paruh putih dan kakinya bewarna abu-abu. Saat ia dewasa panjang tubuhnya bisa mencapai 14cm. Jika jenis lainnya menyukai daerah cenderung kering, untuk lobet ini lebih menyukai hutan gugur di dekat perairan. Saat datangnya musim kemarau, jenis burung ini akan membentuk kelompok dalam jumlah yang banyak. Wilayah penyebaran-nya meliputi Barat Daya Zambia dan sekitar air terjun Victoria Zimbabwe. 8. Lovebird Abisinia (Agapornis taranta) Hampir seluruh warna bulu burung ini bewarna hijau dan motif warna kehitaman pada kedua sayapnya, namun untuk kelamin jantan ada tambahan warna merah pada bagian muka. Mungkin jenis ini pantas dinobatkan sebagai burung terbesar untuk sejenisnya, sebab panjang tubuhnya bisa mencapai 16,5cm. Wilayah penyebaran atau habitat asli lovebird ini meliputi bagian selatan Eritrea sampai barat daya negara Ethiopia. Kawanan ini biasanya menyukai dataran tinggi atau daerah pegunungan yang lembab dan berkabut. Makanan kesukaan mereka saat di alam liar adalah biji matahari, apel dan jagung.